Sabtu, 10 Januari 2015

Akhir dari penantianku ❤

Sejak saat itu,ternyata kita saling menjauh. Entah menjauh karena keadaan,keinginan masing-masing atau memang takdir yang menentukan. Tapi semua itu membuat aku belajar melepas semuanya secara perlahan,melupakan semua kisah kita,mulai dari yang indah hingga pilu sekalipun. Dan semua itu membuat aku belajar betapa indahnya kalau saja dulu aku menghargai waktu dan tidak berharap semuanya cepat berakhir. Sayangnya semua telah terjadi, meskipun awalnya agak sulit untuk aku jalani. Hari demi hari aku belajar,belajar dan terus belajar membiasakan diri pada kenyataan yang ada dihadapanku saat itu. Akhirnya, aku pun terbiasa menjalani hari baruku tanpa sedikit pun ingatan tentang dia. Indah rasanya,bebas,lepas tanpa beban pikiran  dan aku pun sangat menikmati detik demi detik yang kulalui. Setelah sekian lamanya kita tidak bertemu ,itu semua membuat aku lupa akan rasaku dulu yang mungkin aku hanya bisa diam mencintai dia. Dan sampai saat ini aku yakin dia tidak pernah tau apa yang aku simpan didalam hati ini, karena yang tau hanya aku dan Dia yang selalu menjadi tempatku mencurahkan segalanya.

Tapi ternyata suatu hari kita bertemu ,pertemuan yang tidak direncanakan dan tidak disangka sama sekali. Entah kenapa hari itu rasanya aku sangat bahagia, melihat dia dalam keadaan baik. Mungkin juga kali itu pertama kalinya kita bertemu setelah sekian lama menjalani kehidupan masing-masing. Saat itu juga ingatanku seakan memutar kembali ke masa lalu dimana kita masih bersama,meski berada dalam hubungan yang tanpa kejelasan. Dan aku menikmati masa-masa itu, tanpa menghiraukan ketidaksempurnaan didalamnya. Bagiku, cinta tidak membutuhkan kejelasan tapi cinta hanya membutuhkan kebahagiaan. Jika aku bisa bahagia bersama dia meskipun tanpa kejelasan,kenapa aku harus mencari kejelasan untuk menjadi alasan kebahagiaanku. Mungkin memang tidak semua orang bisa seperti itu ,tapi aku hanya ingin belajar menghargai kesempatan yang Allah SWT berikan untuk kita merasakan kebahagiaan yang mungkin hanya sesaat bersama orang yang kita cintai. Sejak hari itu,aku merasa selalu teringat dia yang dulu pernah menjadi alasan kebahagiaanku.

Dia pun saat itu sudah memiliki seseorang yang mungkin berarti untuknya ,tapi aku tak menghiraukan hal itu sekalipun. Itu sudah menjadi hal biasa yang sering aku lihat,karena dia memang jarang tidak memiliki pasangan. Mungkin terkadang aku lelah,setiap kali terjadi kita bertemu dengan mudah semua ingatanku kembali pada dirinya. Merasakan kembali saat-saat aku sedang berusaha mencintai dia, meskipun aku tidak pernah tau apakah dia juga mencintaiku atau tidak. Ketika aku sedang merasakan kejenuhan dalam menanti dia,selalu saja ada hal yang membuatku yakin akan rencana indah yang Allah siapkan untukku bersamanya. Hingga saat ini pun,aku berada dalam penantian yang aku pun tidak tau sama sekali bagaimana perasaan dia yang aku cintai. Sakit mungkin, melihat dia bersama orang lain yang bisa menjadi kebahagiaannya, tapi aku tidak menjadikan sakit ini menjadi alasanku untuk mundur dari penantian ini.

Meskipun pada kenyataannya,aku memang belum bisa menjadi kebahagiaannya. Tapi aku selalu percaya pada rencana Allah SWT yang selalu mendengar doaku untuknya. Aku tidak egois ,aku tidak meminta dia untuk menjadi miikku,yang aku minta hanya jika aku memang bukan untuknya, aku hanya memohon berikan dia wanita yang bisa mencintainya dengan tulus dan selalu menjadi kebahagiaannya setiap saat, juga selalu bersedia mendampinginya hingga akhir nanti. Dan aku pun tidak lupa meminta kekuatan agar aku sanggup menyaksikan semuanya, jika memang itu semua benar terjadi. Sekarang ini aku sedang belajar,belajar untuk sedikit melupakan penantian ini, bukan karena aku sakit,bukan pula karena aku lelah, tapi aku hanya ingin memprioritaskan kebahagiaan orangtuaku. Aku hanya ingin menggapai semua cita-citaku untuk mereka yang sangat aku cintai yang sudah pasti juga mencintaiku. Dan ini salah satu caraku untuk fokus pada tujuan hidupku saat ini. Mungkin dia juga menjadi  salah satu tujuan hidupku,tapi bukan untuk saat ini. Dan untuk dia yang selalu ada dihati ini, “aku akan selalu memperbaiki diriku,jika memang  suatu hari nanti aku memang untukmu, karena yang aku inginkan bukan sekedar bahagia bersamamu didunia ,tapi aku juga sangat ingin menjadi pendampingmu di surga nanti :’). Maaf sampai saat ini aku hanya bisa mencintaimu dalam diam, karena aku rasa aku harus belajar lebih banyak untuk bisa menjadi yang terbaik untukmu, juga dimata Allah SWT. Kalau seandainya aku tidak bisa mengungkapkan semuanya sampai akhir waktuku nanti, mungkin Dia yang akan menunjukkan semua isi hatiku selama ini padamu. Percayalah {} <3 Allah SWT pasti tau yang terbaik untukku, juga untukmu.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar